Latest Post

SEMANGAT 2018

Bukan Seberapa Kali Kamu Dihancurkan, Tapi Seberapa Kali Kamu Membangun Kembali!
(Pesan Menjelang Tahun 2018)

Apa yang akan terjadi di tahun 2018.
Mboh! Entahlah!
Banyak prediksi yang buruk soal tahun 2018. 
Disruption. Ekonomi leisure, turunnya retail. Stagnasi Ekonomi?

Ada sedikit cerita soal kota Dresden. Salah satu kisah yang terkenal adalah Dreaden Bombing. Tahun 1945, kota Dresden hancur oleh nyaris 5ribu ton bom oleh Inggris dan Amerika. Sekitar 25ribu orang tewas. Dresden adalah kota yang dianggap vital untuk menyediakan berbagai perlengkapan perang bagi Jerman. Foto Dresden yang hancur amat memilukan. Bentuk balasan atas kekejaman Jerman. Sudah begitu, dimasa perpecahan Jerman Barat dan Jerman Timur, Dresden juga jadi kota yang semakin terpuruk. Tapi itu masa lalu!

Kalau kita lihat kembali, saat ini Dresden sudah kembali utuh. Dresden berganti baju. Kini, tetaplah memikat seperti masa kejayaannya dulu. Dulu, Dresden memiliki istana yang jadi inspirasi istananya Raja Louis XIV. Namanya istana Zwinger. Kini, salah satu pabrik Volkswagon yang disebut "pabrik transparan" juga ada di Dresden. 

Sebagai mantan Jerman Timur, Dresden pertumbuhan ekonominya 3 kali lipat dari tahun 2005 hingga 2013 dan terus berlanjut. Lapangan kerja bertumbuh hingga 7 kali lipat. Menempatkan Dresden sebagai kota yang setara dengan Munich, Frankfurt dan Hamburg. 
Ini dia datanya: http://invest.dresden.de/en/Location_Profile/Economic_Development_3271.html

Jadi apa yang mau disampaikan disini?
Ekspektasilah bahwa kita akan mengalami kesulitan, tantangan ataupun masalah dalam perjalanan kita ke depan. Ini bukan bentuk pesimisme tapi antisipasi. Mungkin juga di tahun 2018 ini bakalan ada tantangan. Ada problem yang harus kita hadapi. Syukur-syukur yang terjadi justru yang sebaliknya.

Tapi, bukan kehancuran atau masalah yang menyedihkan. Yang menyedihkan adalah ketika kita punya masalah, lantas kita meratap, bersedih dan tidak sanggup untuk bangkit kembali. Kita membiarkan diri kita terpuruk dalam puing-puing kehancuran kita. Kita mengasihani diri atau minta belas kasihan orang.

Tahun 2018 akan ada masalah? Who cares!
Yang penting, apapun problem dan masalahnya bersiaplah bahwa kita akan selalu berusaha bangkit dan berdiri tegak kembali. 

Saya mendoakan buat Anda (dan juga kita). Apapun masalah dan problem yang alan kita alami, kita masih akan tetap tegak berdiri kembali. Ibarat seperti kota Dresden ini yang dibangun kembali dengan indahnya setelah hamcur lebur oleh tentara sekutu. 

Jadi, ketika kamu dihancurkan 10 kali, miliki energi untuk berdiri lagi 11 kali!

3 Pesan Pembelajaran Untuk Tahun 2018

1. Ramalan Yang Buruk, Siapkan Otot
Yang sulit adalah menyiapkan otot menghadapi hal buruk. Finansial, mental dan juga strategi. Tentara, berbeda manusia awam, dilatih untuk menghadapi skenario terburuk. So, pada saat hal buruk terjadi, siapakah yang paling siap? Tentu saja tentara yang telah terlatih. Makanya, Andy Groove, mantan bossnya Intel pernah bilang, "Only the paranoid survive" (yang agak parno justru yang paling bertahan). So, siapkan mentalmu.

2. Keep Learn Something New
Kehancuran datang pada mereka yang malas dan tidak mau belajar. Bukalah mata dan lihatlah bagaimana hal-hal baru terjadi, belajarlah beradaptasi. Sekarang ini teknologi bukan lagi berubah secara tahunan, tapi bulanan. Makin lama dan makin cepat, maka teruslah belajar dan jadikan tahun 2018 sebagai tahun dimana kamu belajar sesuatu yang baru.

3. Past Doesn't Matter
Kamu sukses di masa lalu, tidak ada jaminan. Futurist Arthur Joel Barker bilang, "Your past doesn't guarantee your success" (masa lalu tidak jaminan sukses masa depanmu). Sebaliknya, kalau gagal dan kurang berhasil, juga tidak jadi jaminan bahwa masa depanmu pasti buruk. Tetaplah bersemangat, miliki keyakinan dan teruslah membangun. Sering nonton film superhero, Justice League atau Avengers? Mereka-mereka adalah yang tetap percaya dengan kebaikan dan kebenaran yang akan menang. Sejahat apapun dan seburuk apapun situasinya. Dan mungkin banyak yang sudah berhenti berharap. Tapi, toh mereka tak menyerah. Justru itulah yang membuat mereka menang. So, jadilah superhero bagi hidupmu. Seburuk apapun, tetap percaya dan bangunlah kembali kehidupanmu.

Selamat Menyambut 2018 dengan Otot Lebih Bersemangat!


Faqih Muhammad
Praktisi HRD - People Development
 

WORKAHOLIC


Saya yakin disini sudah ada teman-teman yang mengetahui tentang istilah Workaholic. Tapi mungkin ada juga yang belum pernah dengar atau bahkan merasa asing dengan istilah Workaholic tersebut. Ok, karena ini merupakan pembahasan yang cukup menarik bagi kita semua, saya akan mencoba menjelaskan tentang “Workaholic”.
 



 

Slogan Nike

Dalam mitos bangsa Yunani, arti kata NIKE adalah kejayaan dan kemenangan. Nama ini juga adalah nama seorang dewi yang dikaitkan dengan kemenangan dan kejayaan. Bagi Bangsa Romawi, Dewi Nike adalah sama dengan Dewi Victoria dalam cerita dongeng, Dewi Nike diceritakan sebagai putri dari Pallas (Titan) dan Styx (Dewi Air), saudari dari Cratos, Bia dan Zelus. Dewi Nike dan saudara saudari kandungnya menyertai Zeus pada saat perang melawan Titan. Dan Dewi Nike ini diceritakan merupakan sahabat kepada dewi Athena (dewi kebijaksanaan).Dewi Nike sering digambarkan bersayap baik dalam lukisan maupun patung. Sebagian besar dewa-dewi Yunani kuno dapat melepaskan sayapnya.Sesuai dengan arti katanya, Dewi Nike adalah dewi kekuatan, kecepatan dan kemenangan baik dalam peperangan maupun dalam pertandingan.Figur dewi ini juga digunakan dalam koin dan bahkan digunakan dalam piala dunia FIFA yang pertama (lebih dikenali dengan sebutan Piala Jules Rimet).Figur Dewi Nike ini banyak digunakan dimana-mana. Lalu semenjak tahun 1928, dewi nike digunakan dalam medali Olimpik musim panas dalam posisi memegang daun palm ditangan kiri dan mahkota kemenangan ditangan kanan.Mungkin karena kejayaan dewi ini dan arti kata Nike yang berarti kejayaan,maka satu syarikat sukan pun memutuskan untuk mengambil namanya dan terbentuk lah sebuah perusahaan dengan mana Nike Inc. yang sangat terkenal sampai sekarang. Perusahaan ini semakin terkenal kerana selalu menaja beberapa olahragawan terkenal di dunia seperti Tiger Woods, Ronaldo, Maria Sharapova dan Michael Jordan.Dimana para olahragawan tersebut akan memakai produk-produk buatan Nike sehingga logonya tersebut akan dilihat orang-orang di seluruh dunia. Selain menaja para atlet, perusahaan tersebut juga selalu memiliki perjanjian dengan berbagai pasukan bolasepak dunia seperti Manchester United, Inter Milan, Barcelona, Atletico de Madrid, Borussia Dortmund, PSV Eindhoven, FC Porto dan Paris Saint-Germain. Semua nya adalah bertujuan untuk mempromosikan barang dan jenamanya supaya tidak dilupakan orang.Logo NIKE pula bernama Swoosh. Nike "Swoosh" adalah sebuah logo yang diciptakan pada tahun 1971 oleh Carolyn Davidson, seorang pelajar design grafik di Portland State University.Dan digunakan sebagai motif pada kasut sukan sejak tahun 1970-an. Sedangkan tanda logo perusahaan pula didaftar sebagai jenama dagang pada tahun 1995. Kalau kita perhatikan, logo Nike tersebut juga berbentuk mirip gambar sayap, sepertinya perekanya mendapatkan inspirasi dari arti Nike itu sendiri.Slogan dan Logo Nike tersebut sekarang terkenal di seluruh dunia. Bahkan slogan "just do it" nya selalu disebut oleh seluruh generasi. 'Just Do It' berarti 'lakukan saja' fungsinya seperti nasehat supaya orang-orang jangan mudah menyerah kalah.
 
 









 

Employee Engagement

Kemampuan daya saing sebuah perusahaan dalam menghadapi dan memanfaatkan perubahan merupakan faktor yang signifikan agar perusahaan dapat bertahan dan berkembang, serta senantiasa memberikan nilai tambah yang berarti bagi seluruh pemangku kepentingan. Upaya perusahaan dalam merespon perubahan tertuang di dalam formulasi strategi yang mendasari seluruh aktivitas operasional bisnis. Tingkat keberhasilan organisasi dalam menjalankan strategi tersebut sangatlah bergantung kepada faktor sumber daya manusia sebagai subjek pelaku aktivitas bisnis perusahaan.
Pengelolaan sumber daya manusia dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerja karyawan menjadi sebuah tantangan baru, di mana perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan daya tarik dan daya dorong internal yang nyata bagi karyawan.  Daya tarik dan daya dorong tersebut merupakan pondasi dasar yang membentuk sebuah kondisi yang mampu menumbuhkan sikap dan perilaku karyawan yang baik. Kondisi ini umumnya disebut dengan Say, Stay dan Strive. Kondisi Say adalah kondisi di mana perusahaan menciptakan daya tarik yang unik dan bermakna sebagai posisi tawar bagi karyawan, sehingga karyawan secara konsisten mengatakan hal-hal positif mengenai perusahaan kepada rekan kerja, karyawan baru, calon karyawan dan tentunya kepada para pelanggan. Hal ini tentunya berdampak besar kepada kualitas pelayanan pelanggan.  Kondisi Stay adalah kondisi di mana perusahaan memiliki daya tarik bagi karyawan agar karyawan mempunyai keinginan yang besar untuk tetap menjadi bagian dari perusahaan, sehingga kondisi ini dapat menekan angka Turnover karyawan menjadi sangat rendah. Kondisi Strive adalah kondisi di mana perusahaan mampu menciptakan daya dorong kepada karyawan agar karyawan secara proaktif memberikan usaha yang lebih dan menunjukkan perilaku yang berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan. 
Untuk mencapai kondisi tersebut perusahaan perlu mengembangkan sebuah kerangka acuan yang sistematis, terukur, dan komprehensif dalam mengelola sumber daya manusia. Berkaitan dengan hal itu, konsep Employee Engagement adalah pilihan yang tepat. Employee Engagement  merupakan keterikatan  emosional yang meliputi dua dimensi yaitu dimensi Commitment dan dimensi Satisfaction. Kedua dimensi tersebut  mampu menumbuhkan gairah, motivasi, dan dorongan proaktif bagi karyawan untuk memberikan upaya yang optimal di setiap aktivitas bisnis.
Employee Engagement diukur secara sistematis, absah dan handal melalui dua pendekatan, baik pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Pengukuran tersebut dapat dilakukan terhadap karyawan sesuai dengan aspek demografis seperti struktural,  tingkatan posisi Jabatan, masa kerja, jender, dan lain-lain.
Dengan melakukan pengukuran Employee Engagement, perusahaan memperoleh peta kategori keterikatan emosional karyawan terhadap perusahaan dalam empat kategori yaitu Highly Engaged, Potentially Engaged, Passives, dan Fully Disengaged. Melalui gambaran tersebut perusahaan dapat menentukan langkah-langkah inisiatif maupun intervensi yang tepat sasaran dan bersifat unik secara sektoral maupun organisasional.  Tentunya hal ini perlu didukung oleh proses internalisasi, sosialisasi dan tindak lanjut yang nyata serta berkesinambungan.
Employee Engagement  memberikan akses bagi manajemen untuk dapat membenahi  kondisi Say, Stay, dan Strive karyawan dalam perusahaan melalui upaya-upaya membangun komitmen yang tinggi dan mengakomodasikan aspek-aspek kepuasan karyawan terhadap perusahaan secara lebih baik. Hal tersebut  menjadi faktor penentu apakah karyawan mau dan mampu untuk memberikan upaya lebih dalam menyerap poin-poin strategis perusahaan dan mengimplementasikannya kedalam aktivitas operasional sehari-hari. Hal  ini tentunya memberikan dampak bisnis yang konkret bagi perusahaan untuk dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, bertahan dan berkembang didalam perubahan serta memiliki daya saing yang kompetitif dalam kompetisi bisnis saat ini dan di masa mendatang.

Penulis :
Head of HR Assessment entre  PT GML Performance Consulting
 

6+1 Keys of Organization Planning & Design

Perencanaan organisasi merupakan salah satu tantangan dalam manajemen perusahaan yang selalu menarik untuk dibahas, tidak saja karena setiap organisasi ingin mencapai tujuan yang diinginkan, namun juga karena begitu banyak waktu dan investasi yang sudah dikeluarkan oleh banyak organisasi untuk melakukan perencanaan organisasi.  Melakukan benchmarking ke organisasi lain merupakan usaha untuk mempelajari metode perencanaan organisasi yang mungkin bisa diadopsi dan melakukan berbagai workshop/sesi brainstorming adalah cara untuk mencari desain organisasi yang terbaik.
Dua tantangan terbesar dalam melakukan perencanaan organisasi menurut Paul W. Gustavson, founder OPD.Inc, sebuah lembaga konsultasi perencanaan organisasi di US adalah memahami kebutuhan organisasi sehingga dapat mendesain proses bisnis yang menciptakan keunggulan organisasi dan memastikan internalisasi yang optimal di seluruh organisasi, tidak hanya di level manajemen, tetapi juga di level staf.  Kedua tantangan ini sepertinya mudah untuk dapat dipecahkan, tetapi sangat membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh elemen organisasi.  Pemahaman yang mendasar mengenai elemen organisasi yang perlu diperhatikan menjadi kunci dari keberhasilan organisasi melakukan perencanaan organisasi.
Ada 6 + 1 kunci keberhasilan perencanaan organisasi, yaitu:
Strategy - untuk dapat menang di persaingan maka setiap organisasi harus mampu menciptakan keunikan dan menemukan keunggulan yang tidak bisa ditiru dengan mudah oleh kompetitor.
Process - strategi itu penting, namun strategi tidak ada artinya jika tidak diiringi oleh proses yang baik untuk mengeksekusi strategi tersebut.  Perlu diingat bahwa proses harus selalu dievaluasi dan direvitalisasi.  Organisasi yang baik harus mampu untuk melakukan ini.
Structure - ada pepatah yang mengatakan jika organisasi kinerja-nya buruk, maka penjelasannya ada di infrastruktur organisasi tersebut. Bagaimana organisasi menurunkan strategi dan proses bisnis-nya kedalam struktur menunjukkan seberapa besar komitmen organisasi untuk menjalankan strategi dan proses bisnis seperti seharusnya.
People - organisasi tidak dapat belajar dengan sendirinya, setiap perbaikan dan kemajuan yang dialami oleh organisasi adalah hasil dari pengembangan dan peningkatan kemampuan dari personel yang ada di dalamnya.  Tanpa peningkatan kinerja personel di dalam organisasi, tidak ada organisasi yang dapat menjadi lebih baik.
Culture -  Kultur organisasi sangat penting untuk menjaga agar setiap elemen dalam organisasi berfungsi secara optimal tanpa friksi yang tidak perlu.  Kultur juga penting untuk menjaga kesinambungan identitas organisasi sehingga tidak mudah berubah-ubah.
Leadership - kunci keberhasilan yang keenam adalah kepemimpinan. Komitmen dari manajemen organisasi untuk menjalankan strategi, terlihat dari bagaimana proses bisnis diturunkan.  Komitmen menjalankan proses bisnis dilihat dari komitmen mendesain organisasi yang optimal.  Komitmen menjalankan organisasi terlihat dari komitmen dalam pengelolaan SDM, namun tanpa kepemimpinan yang kompeten, komitmen saja tidak akan membuahkan hasil.
Kunci yang terakhir adalah
Adaptability – sebagai kunci tambahan, yaitu kemampuan untuk tidak terpaku pada sebuah konsep, kerangka pikir atau standar yang selama ini diterima sebagai bagian dari organisasi itu sendiri.  Setiap organisasi harus mampu mengintegrasikan perubahan kedalam organisasi sehingga dapat selalu mampu secara responsif mengantisipasi dan mengikuti perubahan yang ada.
Semua kunci ini merupakan sebuah rangkaian yang tidak bisa dipisahkan.  Perencanaan organisasi tidak selesai setelah rencana strategis jangka panjang selesai dibuat, atau pemetaan proses bisnis selesai dikerjakan, atau setelah struktur organisasi selesai ditetapkan, atau setelah seluruh SDM berhasil direkrut dan dikembangkan dengan baik.  Organisasi perlu terus dibina, dimonitor, dievaluasi dan ditingkatkan.  Perencanaan organisasi yang terlalu terfokus pada kebutuhan penataan organisasi sematalah yang sering kali menjebak organisasi untuk tidak responsif dalam menghadapi tantangan bisnis.

Source: GML Organization Diagnostic Framework

Penulis :
VP HR Services of PT GML Performance Consulting
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Faqih Muhammad - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger